Assasin (IV) Black Flag



     Lahir sebagai salah satu franchise andalan Ubisoft saat ini, Assasin’s Creed memang menawarkan pesona sebuah game open world yang unik. Kesempatan untuk mengubah beragam kejadian historis ikonik dengan perpaduan setting yang dibangun dengan penuh detail, seri tahunan ini selalu hadir dengan kualitas yang memesona. Inovasi yang ditawarkan memang tidak terlihat signifikan, namun tetap kuat untuk menarik perhatian gamer. Konsep yang “segar” ditawarkan lewat sang seri teranyar – Assassin’s Creed IV: Black Flagyang kini memang dipenuhi dengan lebih banyak lautan, seperti konsep utama bajak laut yang diusungnya. Namun sayangnya, kebiasaan “anak tiri” Ubisoft ke gamer PC belum berakhir.

      Benar sekali, terlepas dari beragam klaim yang sempat mereka dengungkan di awal pengenalan AC IV: Black Flag, Ubisoft kembali memperlambat rilis Black Flag versi PC dibandingkan dengan versi konsol – Playstation 3 dan Xbox 360 yang sudah dapat dinikmati akhir bulan Oktober 2013 ini. Terlambat lebih dari satu bulan dan baru akan meluncur pada 29 November 2013 mendatang, Ubisoft memang menjanjikankualitas visualisasi dan framerate yang lebih optimal untuk versi PC Assassin’s Creed IV: Black Flag yang satu ini. Tugas Anda kini hanya tinggal memastikan rig yang Anda miliki cukup untuk menanganinya.

     Memang ada segudang alasan untuk menantikan kehadiran seri yang satu ini. Selain tema bajak laut yang terhitung unik, fakta bahwa ini akan menjadi seri pertama yang “berdiri sendiri” setelah akhir kisah Desmond Miles di seri ketiga memang membuka potensi arah cerita baru untuk dieksploitasi oleh Ubisoft sendiri. Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah memiliki sedikit gambaran akan apa yang sebenarnya ditawarkan oleh AC IV: Black Flag ini. Pertempuran laut yang epik, dengan cita rasa Assassin yang tetap kental dan dunia yang jauh lebih masif menjadi bumbu manis di atas permukaan.

     Templar dan Assassin, dua kubu dengan ideologi yang berseberangan ini memang masih menjadi roda penggerak cerita untuk setiap perjalanan baru yang ditawarkan oleh seri teranyar Assassin’s Creed. Assassin diposisikan sebagai kekuatan penyeimbang dan pedang kebenaran yang siap menundukkan obsesi Templar untuk menciptakan keteraturan yang absolut, dimana kebebasan tidak menjadi bagian penting sama sekali. Misi suci inilah yang disandang oleh setiap invidu yang menyerahkan hidupnya sebagai seorang Assassin. Namun tidak dengan Edward Kenway.

       Edward Kenway bukanlah seorang Assassin yang legit. Mengarungi lautan sebagai pekerja kelas rendahan, kesempatan untuk meraih hidup yang lebih sukses dan dibanjiri dengan emas terbuka lebar setelah Kenway berhasil memenangkan pertarungan melawan seorang Assassin pembelot yang tengah menjalani misi untuk seorang Templar, misi yang berpotensi menghasilkan kantung emas yang lebih berat untuknya. Mengambil pakaian sang Assassin dan menyamar, ambisi Kenway ini justru membuka misteri yang lebih besar. Kunci yang ia dapatkan akan memperbesar potensi para Templar untuk menemukan Observatory – sebuah teknologi yang memungkinkan individu untuk melacak dan mengetahui lokasi siapapun di seluruh dunia. Namun untuk menemukan tempat ini, para Templar harus menemukan seseorang yang dikenal sebagai “Sage”.

        Identitas palsu yang terbongkar tidak lantas membuat Kenway menyerah. Informasi yang ia dapatkan dari para Templar ini justru membuatnya kian berambisi untuk menemukan Sage dan Observatory, tidak untuk idealisme menyelamatkan dunia, tetapi potensinya sebagai sumber emas yang luar biasa. Naluri dan keserakahan inilah yang membentuk identitasnya sebagai seorang bajak laut dan mendorong perjalanan Kenway menyusuri lautan. Dalam perjalanan “suci” ini, Kenway juga berusaha membangun sebuah kota impian – Nassau, sebuah kota bajak laut dimana kebebasan menjadi pesona utama, sebuah kota dimana pemerintah kolonial sekelas Inggris dan Spanyol tidak memiliki pengaruh apapun, dan para bajak laut ternama sekelas Blackbeard dan Charles Vane mulai menciptakan identitas mereka masing-masing. Sayangnya, perjalanan ini sendiri dipenuhi dengan begitu banyak rintangan.

      Tidak hanya para Templar dan militer kolonial yang melihatnnya sebagai ancaman, pakaian kebesaran yang ia kenakan tentu saja memancing rasa penasaran para kelompok Assassin di laut Karibia yang mempertanyakan posisi Kenway dalam konflik antara Assassin dan Templar. Namun bagi Kenway, tidak ada yang lebih penting daripada mencari Sage, menemukan Observatory, dan menguasai teknologi yang akan menguntungkan dirinya ini.

       Lantas mampukah Kenway menemukan Sage dan mendapatkan teknologi di balik Observatory ini? Bagaimana posisinya di dalam konflik antara Templar dan Assassin? Mampukah ia membangun Nassau seperti yang selama ini ia impikan? Apakah ia tetap akan menjadi seorang Assassin “gadungan”? Semua jawaban ini bisa Anda temukan dengan memainkan AC IV: Black Flag ini.


Minimum Requirements:

OS: Windows Vista SP2 or Windows 7 SP1 or Windows 8 (both 32/64bit versions)
Processor: Intel Core2Quad Q8400 @ 2.6 GHz or AMD Athlon II X4 620 @ 2.6 GHz
Memory: 2 GB RAM
Graphics: Nvidia Geforce GTX 260 or AMD Radeon HD 4870 (512MB VRAM with shader Model 4.0
                 or higher)
Hard Drive: 30 GB available space
Sound Card: DirectX Compatible Sound Card with latest drivers
Additional Notes: Windows-Compatible keyboard and mouse required, controller optional.

Recommended Requirements:
OS: Windows Vista SP2 or Windows 7 SP1 or Windows 8 (both 32/64bit versions)
Processor: Intel Core i5 2400S @ 2.5 GHz or better or AMD Phenom II x4 940 @ 3.0 GHz
                 Memory: 4 GB RAM
Graphics: Nvidia GeForce GTX 470 or AMD Radeon HD 5850 (1024MB VRAM with Shader Model
                5.0) or better
Hard Drive: 30 GB available space
Sound Card: DirectX Compatible Sound Card with latest drivers


TERTARIK???

SHARE ON:

    Blogger Comment

0 komentar: